Sabtu, 23 Oktober 2010

KORELASI DAN KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DENGAN PENDEKATAN KESUSASTERAAN

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas korelasi dan konsepsi Ilmu Budaya Dasar dengan Pendekatan Kesusasteraan. Pada awal pembahasan saya akan membahasa asal mula dan sejarah Ilmu Budaya Dasar ( Basic Humanities).

Ilmu Budaya Dasar, dahulu bernama Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih bermoral. Jadi the humanities berhubungan dengan masalah nilai dan norma, yaitu nilai dan norma kita sebagai homo humanus.

Agar menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, di samping tanggungjawab lain. Apa yang dimasukkan ke dalam the humanities dapat disesuaikan sesuai waktu dan kondisi. Secara umum the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, dll.

Kemudian pada bagian kedua ini saya akan membahas konsepsi ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan unsur-unsur kesusasteraan.

1. Korelasi Ilmu Budaya Dasar dengan Unsur Prosa.

Prosa ialah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena bervariasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata “Prosa” berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya terus terang. Jenis tulisan prosa biasanya untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide.

Prosa dibagi menjadi dua bagian yaitu Prosa Lama dan Prosa Baru. Berdasarkan pendekatan paragrafnya prosa dibagi menjadi empat jenis: yaitu, prosa naratif, prosa deskriptif, prosa eksposisi, dan prosa argumentatif.

Prosa lama terdiri dari hikayat, dongeng, epos, sejarah, legenda, dan lainnnya. Sementara itu prosa baru terdiri dari cerpen, biografi, otobiografi, kisah, novel.
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, karya sastra membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan pecitraan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :

Bersifat Menghibur
Prosa fiksi bersifat menghibur ( entertain the readers) dan pembaca dapat seperti merasakan sendiri pengalaman seperti dalam cerita (terhanyut cerita).

Memberikan penerangan
Dalam novel kita dapat belajan sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jumalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.

 Memberikan warisan kebudayaan
Prosa fiksi dapat merangsang daya khayal, dan merupakan sarana bagi pelestarian warisan budaya bangsa.

 Memberikan keseimbangan wawasan

Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu.


2. Konsepsi Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Puisi
Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu Budaya Dasar. Sementara itu hubungan puisi dengan kehidupan manusia (dalam lingkup kebudayaan dasar masyarakat).

 Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut "pengalaman perwakilan". lin berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasamya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang tethatas.
Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut "imaginative entry", yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangkan penyair dalam puisinya.

Puisi dan kesadaran individual

Dengan puisi, pembaca dapat menjenguk atau merasakan hatinya bahwa semua perasaan yang dicurahkan oleh penulis puisi merupakan bagian dalam hati manusia atau pengalaman manusia.

Puisi dan keinsyafan sosial
Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa ;
- penderitaan atas ketidak adilan
- perjuangan untuk kekuasaan
- konflik dengan sesamanya
- pemberontakan terhadap hukum Tuhan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar